BERITA > 10 Januari 2026
Pada akhir tahun 2025, wig berwarna telah menjadi segmen pertumbuhan yang menonjol di pasar ekspor lintas batas Tiongkok, dengan tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun yang luar biasa sebesar 67% yang tercatat di Asia Tenggara.
Dalam pasar regional yang berkembang pesat ini, wig berwarna neon memegang posisi dominan di Thailand, menguasai 39% pangsa pasar lokal. Sementara itu, konsumen wanita Muslim di Malaysia, Indonesia dan negara-negara lain menunjukkan preferensi yang kuat terhadap wig berwarna 360 Lace yang menampilkan desain simulasi kulit kepala, yang sangat disukai karena tampilan alami dan kenyamanannya.
Platform e-commerce lintas negara memainkan peran penting dalam mendorong lonjakan ekspor ini, dan menyumbang 42% dari total pendapatan penjualan. Platform utama termasuk AliExpress dan Amazon berfungsi sebagai saluran utama distribusi produk wig ini ke pembeli luar negeri.
Di sisi produksi, klaster industri di provinsi Shandong dan Guangdong merupakan tulang punggung sektor manufaktur wig di Tiongkok, yang menghasilkan 78% dari total produksi wig di Tiongkok. Di segmen pasar kelas atas, wig ringan yang terbuat dari bahan serat Kanekalon Jepang menguasai 62% pangsa pasar, berkat kualitas dan daya tahannya yang unggul. Bagi konsumen yang sadar anggaran, merek wig dalam negeri dengan harga antara 200–500 yuan telah menguasai 76% pangsa pasar yang sedang melemah, menunjukkan daya saing yang kuat dengan penawaran mereka yang hemat biaya.